Kamis, 14 Desember 2023

TUGAS UAS MK MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS: Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum

Assalamu'alaikum wr wb. Saya Fhadira Insani Putri NIM P2A523020. Mahasiswa magister Pendidikan IPA Universitas Jambi. Kali ini kami akan mengupas tentang model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) dimana model pembelajaran ini sering diterapkan disekolah. Nah bagaimana hasil diskusi kami. Yok disimak sampai selesai ya.....


Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum

Berikut adalah penjelasan kelompok kami mengenai Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum.

Terima kasih

Wassalamualaikum wr. wb


Kamis, 28 September 2023

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Desain Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis dalam Bidang Sains

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hallo apa kabar semuanya....

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai desain model pembelajaran kolaboratif.

Pembelajaran berbasis collaborative learning bermakna siswa harus bekerja secara bersama-sama ataupun bisa dengan berkelompok. Hal tersebut dilakukan dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Pembelajaran kolaboratif (Collaborative Learning) dibuat untuk melaksanakan belajar secara tuntas. Pembelajaran tersebut tidak akan berhenti sampai siswa mengerti dan memahami tujuan dan materi pembelajaran. Berkonsultasi dengan guru dapat mempermudah dalam mencapai tujuan pembelajaran kolaboratif.

Pembelajaran kolaboratif ini bisa menyediakan sebuah peluang untuk dapat menuju pada keberhasilan atau kesuksesan. Technology for instruction atau dapat diartikan dengan teknologi yang dilakukan untuk pembelajaran, pembelajaran kolaboratif ini melibatkan keaktifan dan partisipasi dari peserta didik. Ide dari pembelajaran kolaboratif berawal dari seorang filosofis yang mempunyai perspektif terhadap konsep pembelajaran.

Jean Piaget dan Vigotsky telah mengemukakan bahwa strategi dalam pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) didukung dengan adanya 3 teori yang mereka kemukakan, diantara lain :

  • Teori kognitif (proses berpikir), teori kognitif ini saling berkaitan dengan proses terjadinya pertukaran pikiran antar anggota kelompok pada pembelajaran kolaboratif. Sehingga didalam suatu kelompok akan terjadi transformasi ilmu pengetahuan baru.
  • Teori konstruktivisme sosial, teori ini memperlihatkan adanya interaksi sosial antara anggota kelompok yang nantinya akan membantu individu lain dalam proses perkembangan dan juga untuk meningkatkan sikap saling menghargai pendapat yang berbeda semua anggota kelompok tersebut.
  • Teori motivasi, teori ini bisa terkait dengan pembelajaran kolaboratif karena pembelajaran tersebut nantinya akan menciptakan lingkungan yang tepat untuk peserta didik belajar. Memberikan keberanian pada peserta didik dalam belajar melalui pemberian motivasi dan juga menciptakan situasi untuk saling membutuhkan satu sama lain dalam anggota kelompok.

Terdapat banyak sekali macam pembelajaran kolaboratif ini yang sudah dikembangkan para ahli dan praktisi pendidikan atau seseorang yang telah berpengalaman dalam pendidikan. Macam pembelajaran yang mendapatkan perhatian (attention) dan effort (upaya), yaitu :

  1. Learning Together (pembelajaran bersama), metode ini menggabungkan siswa yang memiliki berbagai kemampuan menjadi sebuah kelompok. Masing-masing kelompok saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan guru. Penilaian dilakukan pada hasil kerja anggota kelompok tersebut.
  2. Teams Games Tournament (TGT), bisa diartikan model atau metode pembelajaran untuk mengajar peserta didik bermain turnamen tim. Anggota kelompok akan bersaing dengan kelompok lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Penilaiannya berdasarkan dari hasil kerja kelompok tersebut.
  3. Group Investigation (GI), model pembelajaran ini melatih peserta didik dalam menumbuhkan kemampuan mereka dalam berpikir mandiri.
  4. Jigsaw Procedure (JP), model pembelajaran ini yaitu masing-masing anggota kelompok diberikan tugas yang berbeda mengenai satu pokok pembahasan. Dibuat seperti itu agar anggota kelompok dapat memahami keseluruhan materi pembahasan. Penilaiannya berdasarkan dari skor rata-rata kelompok.
  5. Student Team Achievement Division (STAD), fokus dari model pembelajaran ini yaitu keberhasilan seseorang nantinya berpengaruh pada keberhasilan kelompok. Sebaliknya keberhasilan anggota kelompok berpengaruh pada keberhasilan individu.


Selasa, 26 September 2023

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Desain Model Pembelajaran Disrupsi Inovasi melalui IoT Augmented Reality

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, halo semuanya....

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya.



Tips Menghadapi Era Disrupsi Pendidikan Bagi Sektor Pendidikan

Sekolah menjadi garda terdepan untuk memberikan pendidikan kepada seluruh murid walaupun tidak secara tatap muka. Tentunya membuat perubahan sistem pendidikan yang baru di sekolah diperlukan persiapan yang sangat matang dan efektif. Berikut ini tips untuk menghadapi era disrupsi pendidikan:

  1. Peka terhadap informasi terbaru

Untuk menghadapi era disrupsi pendidikan, sekolah harus peka terhadap informasi terbaru dan perkembangan dunia pendidikan. 

  1. Berani ciptakan inovasi baru

Para guru harus siap memberikan berbagai inovasi terbaru dan berani untuk menerapkannya di sekolah atau bahkan dapat digunakan sebagai bahan penelitian oleh para pendidik yang ada di Indonesia. Dengan menciptakan inovasi pendidikan yang efektif dan memiliki dampak baik, maka bisa jadi sekolahan Anda akan menjadi model sekolah bagi sekolah lainnya. 

  1. Lakukan kolaborasi

Tentunya dalam pembuatan inovasi pendidikan tidak bisa dilakukan seorang diri. Sekolah dapat melibatkan peran guru, murid dan bahkan orang tua murid untuk melakukan kolaborasi bersama untuk menciptakan inovasi pendidikan yang baik dan efektif. 

Sekian, penjelasan dari saya, terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 







Jumat, 22 September 2023

Quantum Learning

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, halo semuanya....

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai quantum learning.  Menurut teman-teman apa sih quantum learning itu? Yuk simak penjelasan berikut ini...

Model pembelajaran quantum learning pertama kali dikenalkan oleh Georgi Lozanov, yaitu seorang ahli saraf, psikiater, psikolog dan pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen mengenai suggestology atau suggesto-pedia. Menurut Lozanov, sugesti dapat mempengaruhi hasil situasi belajar. Beberapa teknik yang digunakan untuk memberikan sugesti positif antara lain yaitu mendudukkan murid secara nyaman, memasang musik latar di dalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, dan menggunakan media pembelajaran untuk memberikan informasi.

Pengertian Quantum Learning 

Menurut DePorter dan Hernacki (2011), quantum learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. 

Aspek-aspek Quantum Learning 

Menurut DePoter dan Hernacki (2011), terdapat beberapa aspek yang harus ada di dalam model pembelajaran quantum learning, antara lain sebagai berikut :

a. AMBAK (Apa Manfaat Bagi Ku) 

Konsep AMBAK diartikan sebagai motivasi yang di dapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari suatu keputusan. Sebelum pembelajaran berlangsung siswa diberikan gambaran tentang manfaat dan hasil belajar bagi siswa dalam implementasinya dalam kehidupan sehari-hari maupun keuntungan di masa yang akan datang.

b. Penataan lingkungan belajar 

Penataan lingkungan belajar sebagai langkah awal yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara menyeluruh. Setiap individu memiliki kesenangan yang berbeda dalam menentukan lingkungan belajar. Akan tetapi individu yang dapat berinteraksi dengan lingkungan semakin mudah dalam mempelajari informasi-informasi baru.

c. Musik 

Musik juga dapat dipergunakan untuk membantu di dalam belajar siswa yang suka mendengarkan musik untuk mengombinasikan pendengaran dalam belajar. Musik sangat penting dalam Quantum Learning, hal ini dikarenakan sebenarnya musik berhubungan dan mempengaruhi kondisi psikologis. 

d. Sikap positif terhadap kegagalan 

Aset berharga dalam proses belajar menurut quantum learning adalah sikap positif. Jika individu mempunyai harapan yang tinggi terhadap dirinya, harga diri yang tinggi. Cara setiap individu memandang masalah adalah sebuah hal penting dalam pembelajaran, biasanya kegagalan akan membuat individu merasa bodoh, sedih, dan berhenti dalam upaya pencapaian tujuan. 

Prinsip-prinsip Quantum Learning 

Menurut DePorter dan Hernacki (2011), model pembelajaran quantum learning terdiri dari lima prinsip utama, yaitu sebagai berikut: 

1. Segalanya berbicara. 

Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, kertas yang dibagikan, rancangan pelajaran, alat bantu mengajar semuanya mengirim pesan tentang belajar. 

2. Segalanya bertujuan.

Semua yang terjadi dalam pengetahuan anda mempunyai tujuan semuanya.

3. Pengalaman sebelum pemberian nama.

Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. 

4. Akui setiap usaha.

Belajar mengandung risiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat mengambil langkah, mereka patut mendapatkan pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. 

5. Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. 

Perayaan adalah sarapan pelajar juara. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

Kelebihan dan Kekurangan Quantum Learning 

Setiap model pembelajaran umumnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan model pembelajaran quantum. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan model pembelajaran quantum learning.

Kelebihan Quantum Learning 

  1. Dapat membimbing siswa ke arah berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama
  2. Karena quantum learning lebih melibatkan siswa, saat proses pembelajaran perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
  3. Karena gerakan dan proses dipertunjukkan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
  4. Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan
  5. Siswa didorong untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan dapat mencoba melakukannya sendiri.
Kekurangan Quantum Learning 
  1. Model ini memerlukan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain. 
  2. Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik. 
  3. Karena dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa, baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian, dll dapat mengganggu kelas lain. 
  4. Banyak memakan waktu dalam hal persiapan. 
  5. Memerlukan keterampilan guru secara khusus karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.

Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai quantum learning, sampai jumpa di postingan selanjutnya..

Jumat, 15 September 2023

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains: Mereview Video Pembelajaran Model Jigsaw

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan kami dari Kelompok 1 Model & Evaluasi Pembelajaran Sains, yang beranggotakan:


1. Arys Rafiah (P2A523003)

2. Syamsul Bahari (P2A523005)

3. Ana Sari Pulsande (P2A523013)

4. Laila Fitria (P2A523015)

5. Fhadira Insani Putri (P2A523020)

6. Fajru Dalalatul Iqtiran (P2A523022)

7. Riski Kurnia Dari (P2A523024)

8. Sonia Angelina Saputri (P2A523029)


Kami mereview video youtube tentang pembelajaran IPA menggunakan model JIGSAW.


Berikut video review dari kelompok kami.



Selasa, 12 September 2023

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Model Cooperative Learning

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, halo semuanya, bagaimana kabarnya nih? semoga selalu sehat ya teman-teman!!

Pada kesempatan kali ini, saya akan mereview materi kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains mengenai Model Cooperative Learning.

Pengertian Model Cooperative Learning 

Model Cooperative Learning atau model belajar berkelompok adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang mempunyai kemampuan berbeda. Adapun karakteristik dari model Cooperative Learning yaitu:

1. Positive interdependence

Siswa di dalam kelompok harus saling melengkapi satu sama lain dalam hal yang positif. Setiap anggota kelompok tentu memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda, jadi dalam belajar berkelompok siswa diharapkan bisa saling belajar dan saling melengkapi.

2. Individual accountability

Semua siswa harus memiliki memiliki kesadaran masing-masing dan berkontribusi dalam kelompoknya.

3. Group processing 

Merefleksi saran atau pendapat serta mengkritisi kembali, meninjau kekurangan dan kelebihan yang terjadi di dalam pembelajaran berkelompok.

4. Promotive interaction  

Interaksi yang terjadi di dalam kelompok harus saling menghargai.

5. Interpersonal and social skill

Dalam cooperative learning siswa dilatih untuk memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dengan karakter spesifik yang konsisten.


Manfaat pembelajaran cooperative learning bagi siswa

Ada tujuh manfaat cooperative learning bagi siswa yaitu:

1. Higher student achievement (Prestasi siswa meningkat menjadi lebih tinggi)

2. Increased productivity (Peningkatan produktivitas)

3. Higher level reasoning (Penalaran tingkat tinggi)

4. Transfer of knowledge (Transfer pengetahuan)

5. Heightened self confidence (Kepercayaan diri yang tinggi)

6. Increased autonomy (Peningkatan otonomi)

7. Increased independence (Peningkatan kemandirian)


Peran guru (Teacher Role)

Peran guru dalam model Cooperative Learning secara garis besar ada dua yaitu peran sebelum pembelajaran dan peran saat pembelajaran karena guru harus melatih sosial skill dalam pembelajaran berkelompok.

1. Before the lesson 

Sebelum pembelajaran guru harus memastikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya guru mengidentifikasi siswa dan menyesuaikan dengan kemampuannya serta guru juga harus menentukan dan membuat bahan ajar.

2. Developing students social skills

Guru harus melatih sosial skill siswa, seperti:

  • Menetapkan aturan untuk bekerja sama dan memastikan bahwa hal tersebut diterapkan.
  • Guru harus memastikan siswa bekerja sama dengan baik dalam mengerjakan tugas kelompok.

  • Guru  memberikan penjelasan bukan memberikan  jawaban.
  • Siswa harus belajar untuk mendengarkan teman satu kelompoknya yang bertanya dengan baik dan harus terjadi interaksi positif dalam satu kelompok.
  • Guru harus menyampaikan bahwa, siswa minta bantuan rekan satu kelompok untuk membantu jika kamu butuh bantuan.
  • Siswa harus saling membantu agar tetap mengerjakan tugas, jadi siswa harus bekerja sama.
  • Memastikan bahwa siswa baru meminta bantuan kepada guru jika semua anggota kelompok tidak bisa.


Teamwork skill atau keterampilan kerja tim

  1. Forming skill 
  2. Functioning skill 
  3. Formulating skill
  4. Fermenting skill


Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Sampai jumpa di postingan berikutnya teman-teman!

Kamis, 31 Agustus 2023

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Peran Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai teman-teman semuanya...


Saya Fhadira Insani Putri, mahasiswa magister Pendidikan IPA Universitas Jambi tahun 2023. Pada kesempatan ini saya akan mereview materi pertemuan pertama mata kuliah model dan evaluasi pembelajaran sains yang diampu oleh bapak Dr. Drs. Syamsurizal. M.Si. mengenai peran teknologi dalam dunia pendidikan saat ini.


Pesatnya perkembangan teknologi di era global saat ini tidak bisa lagi lepas dari pengaruhnya terhadap dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Secara khusus perlu adanya penyesuaian dunia pendidikan, khususnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Teknologi informasi adalah perkembangan system informasi dengan menggabungkan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi.


Teknologi memiliki peran yang semakin penting dalam kehidupan salah satu nya dalam dunia pendidikan. Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memfasilitasi akses ke sumber daya pembelajaran, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada siswa. Berikut ini adalah beberapa peran teknologi informasi dalam dunia pendidikan.


Menyediakan akses ke sumber daya pembelajaran

Teknologi informasi dapat digunakan untuk menyediakan akses ke berbagai sumber daya pembelajaran, seperti situs web, video pembelajaran, e-book, dan lain sebagainya. Hal ini dapat membantu siswa untuk memperluas pengetahuan mereka dan mempelajari materi dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.


Memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi

Teknologi informasi dapat memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antara siswa dan guru atau antara siswa dan siswa. Misalnya, teknologi informasi dapat digunakan untuk mengadakan video konferensi, forum online yang memungkinkan siswa untuk belajar dari pengalaman dan pengetahuan satu sama lain.


Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran

Teknologi informasi dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran dengan memberikan umpan balik yang cepat dan akurat, memudahkan evaluasi, dan mempercepat proses pembelajaran. Teknologi dapat digunakan untuk memantau kemajuan siswa dan memberikan umpan balik yang langsung, sehingga siswa dapat memperbaiki diri mereka secara cepat dan efektif.


Namun, perlu diingat bahwa teknologi informasi tidak dapat menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tetap memiliki peran yang penting dalam membimbing dan memfasilitasi pembelajaran siswa. Oleh karena itu, teknologi informasi harus digunakan sebagai alat untuk memperkuat peran guru dalam proses pembelajaran.


Berikut merupakan video penjelasan mengenai peran teknologi dalam dunia pendidikan.


Terima kasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

TUGAS UAS MK MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS: Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum

Assalamu'alaikum wr wb. Saya Fhadira Insani Putri NIM P2A523020. Mahasiswa magister Pendidikan IPA Universitas Jambi. Kali ini kami akan...