Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hallo apa kabar semuanya....
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai desain model pembelajaran kolaboratif.
Pembelajaran berbasis collaborative learning bermakna siswa harus bekerja secara bersama-sama ataupun bisa dengan berkelompok. Hal tersebut dilakukan dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Pembelajaran kolaboratif (Collaborative Learning) dibuat untuk melaksanakan belajar secara tuntas. Pembelajaran tersebut tidak akan berhenti sampai siswa mengerti dan memahami tujuan dan materi pembelajaran. Berkonsultasi dengan guru dapat mempermudah dalam mencapai tujuan pembelajaran kolaboratif.
Pembelajaran kolaboratif ini bisa menyediakan sebuah peluang untuk dapat menuju pada keberhasilan atau kesuksesan. Technology for instruction atau dapat diartikan dengan teknologi yang dilakukan untuk pembelajaran, pembelajaran kolaboratif ini melibatkan keaktifan dan partisipasi dari peserta didik. Ide dari pembelajaran kolaboratif berawal dari seorang filosofis yang mempunyai perspektif terhadap konsep pembelajaran.
Jean Piaget dan Vigotsky telah mengemukakan bahwa strategi dalam pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) didukung dengan adanya 3 teori yang mereka kemukakan, diantara lain :
- Teori kognitif (proses berpikir), teori kognitif ini saling berkaitan dengan proses terjadinya pertukaran pikiran antar anggota kelompok pada pembelajaran kolaboratif. Sehingga didalam suatu kelompok akan terjadi transformasi ilmu pengetahuan baru.
- Teori konstruktivisme sosial, teori ini memperlihatkan adanya interaksi sosial antara anggota kelompok yang nantinya akan membantu individu lain dalam proses perkembangan dan juga untuk meningkatkan sikap saling menghargai pendapat yang berbeda semua anggota kelompok tersebut.
- Teori motivasi, teori ini bisa terkait dengan pembelajaran kolaboratif karena pembelajaran tersebut nantinya akan menciptakan lingkungan yang tepat untuk peserta didik belajar. Memberikan keberanian pada peserta didik dalam belajar melalui pemberian motivasi dan juga menciptakan situasi untuk saling membutuhkan satu sama lain dalam anggota kelompok.
Terdapat banyak sekali macam pembelajaran kolaboratif ini yang sudah dikembangkan para ahli dan praktisi pendidikan atau seseorang yang telah berpengalaman dalam pendidikan. Macam pembelajaran yang mendapatkan perhatian (attention) dan effort (upaya), yaitu :
- Learning Together (pembelajaran bersama), metode ini menggabungkan siswa yang memiliki berbagai kemampuan menjadi sebuah kelompok. Masing-masing kelompok saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan guru. Penilaian dilakukan pada hasil kerja anggota kelompok tersebut.
- Teams Games Tournament (TGT), bisa diartikan model atau metode pembelajaran untuk mengajar peserta didik bermain turnamen tim. Anggota kelompok akan bersaing dengan kelompok lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Penilaiannya berdasarkan dari hasil kerja kelompok tersebut.
- Group Investigation (GI), model pembelajaran ini melatih peserta didik dalam menumbuhkan kemampuan mereka dalam berpikir mandiri.
- Jigsaw Procedure (JP), model pembelajaran ini yaitu masing-masing anggota kelompok diberikan tugas yang berbeda mengenai satu pokok pembahasan. Dibuat seperti itu agar anggota kelompok dapat memahami keseluruhan materi pembahasan. Penilaiannya berdasarkan dari skor rata-rata kelompok.
- Student Team Achievement Division (STAD), fokus dari model pembelajaran ini yaitu keberhasilan seseorang nantinya berpengaruh pada keberhasilan kelompok. Sebaliknya keberhasilan anggota kelompok berpengaruh pada keberhasilan individu.


