Selasa, 12 September 2023

Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains : Model Cooperative Learning

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, halo semuanya, bagaimana kabarnya nih? semoga selalu sehat ya teman-teman!!

Pada kesempatan kali ini, saya akan mereview materi kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains mengenai Model Cooperative Learning.

Pengertian Model Cooperative Learning 

Model Cooperative Learning atau model belajar berkelompok adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang mempunyai kemampuan berbeda. Adapun karakteristik dari model Cooperative Learning yaitu:

1. Positive interdependence

Siswa di dalam kelompok harus saling melengkapi satu sama lain dalam hal yang positif. Setiap anggota kelompok tentu memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda, jadi dalam belajar berkelompok siswa diharapkan bisa saling belajar dan saling melengkapi.

2. Individual accountability

Semua siswa harus memiliki memiliki kesadaran masing-masing dan berkontribusi dalam kelompoknya.

3. Group processing 

Merefleksi saran atau pendapat serta mengkritisi kembali, meninjau kekurangan dan kelebihan yang terjadi di dalam pembelajaran berkelompok.

4. Promotive interaction  

Interaksi yang terjadi di dalam kelompok harus saling menghargai.

5. Interpersonal and social skill

Dalam cooperative learning siswa dilatih untuk memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dengan karakter spesifik yang konsisten.


Manfaat pembelajaran cooperative learning bagi siswa

Ada tujuh manfaat cooperative learning bagi siswa yaitu:

1. Higher student achievement (Prestasi siswa meningkat menjadi lebih tinggi)

2. Increased productivity (Peningkatan produktivitas)

3. Higher level reasoning (Penalaran tingkat tinggi)

4. Transfer of knowledge (Transfer pengetahuan)

5. Heightened self confidence (Kepercayaan diri yang tinggi)

6. Increased autonomy (Peningkatan otonomi)

7. Increased independence (Peningkatan kemandirian)


Peran guru (Teacher Role)

Peran guru dalam model Cooperative Learning secara garis besar ada dua yaitu peran sebelum pembelajaran dan peran saat pembelajaran karena guru harus melatih sosial skill dalam pembelajaran berkelompok.

1. Before the lesson 

Sebelum pembelajaran guru harus memastikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya guru mengidentifikasi siswa dan menyesuaikan dengan kemampuannya serta guru juga harus menentukan dan membuat bahan ajar.

2. Developing students social skills

Guru harus melatih sosial skill siswa, seperti:

  • Menetapkan aturan untuk bekerja sama dan memastikan bahwa hal tersebut diterapkan.
  • Guru harus memastikan siswa bekerja sama dengan baik dalam mengerjakan tugas kelompok.

  • Guru  memberikan penjelasan bukan memberikan  jawaban.
  • Siswa harus belajar untuk mendengarkan teman satu kelompoknya yang bertanya dengan baik dan harus terjadi interaksi positif dalam satu kelompok.
  • Guru harus menyampaikan bahwa, siswa minta bantuan rekan satu kelompok untuk membantu jika kamu butuh bantuan.
  • Siswa harus saling membantu agar tetap mengerjakan tugas, jadi siswa harus bekerja sama.
  • Memastikan bahwa siswa baru meminta bantuan kepada guru jika semua anggota kelompok tidak bisa.


Teamwork skill atau keterampilan kerja tim

  1. Forming skill 
  2. Functioning skill 
  3. Formulating skill
  4. Fermenting skill


Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Sampai jumpa di postingan berikutnya teman-teman!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS UAS MK MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS: Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Kelemahan Model pembelajaran Kooperatif, Kolaboratif, dan Quantum

Assalamu'alaikum wr wb. Saya Fhadira Insani Putri NIM P2A523020. Mahasiswa magister Pendidikan IPA Universitas Jambi. Kali ini kami akan...